Sabtu, 09 Januari 2021

Balada : Menemani Akal, Akal Mencari Tuhan #2

 

Mas Kus       : “Kal! Kenapa ada siang ada malam?”

Akal            : “Karena bumi berotasi pada porosnya.”

Mas Kus       : “Efeknya ada siang ada malam?”

Akal            : “Betul.”

Mas Kus       : “Mengapa bumi berotasi Kal? Apa penyebab bumi berotasi?”

Akal            : “Karena gaya gravitasi ke arah pusat bumi, dan gaya gravitasi tarik menarik antar bumi, matahari dan bulan.”

Mas Kus       : “Apakah itu sudah cukup untuk menjelaskan mengapa bumi ini berputar pada pada porosnya atau berotasi Kal?”

Mas Kus       : “Rotasi bumi menjadi sebab siang malam, perbedaan waktu, pasang surut air laut dan seterusnya. Tapi apakah rotasi ini adalah sebab terakhir atau  ada sebab lain?”

Akal            : “Maksude piye iki?”

Mas Kus       : “Gasing itu kan juga berputar pada porosnya Kal! Gasing itu berputar karena kehendaknya sendiri, atau diputar oleh pemiliknya?”

Akal            : “Ok ok, maksudnya Mas Kus, sejak kapan benda mati itu punya kehendak gitu!”

Mas Kus       : “Yap! Bolehlah kita sebut gaya gravitasi sebagai mekanisme berputarnya bumi pada porosnya. Tapi sejak kapan bumi mulai berotasi?”

Akal            : “Bagaimana dengan teori ledakan besar Mas?”

Mas Kus       : “Maksudnya sejak meledak itu, materi terlontar dan berputar?”

Mas Kus       : “Ledakkan itu apa pemicunya? Mengapa tiba-tiba meledak? Sebetulnya ledakkan itu akibat apa sebab?”

Akal            : “hmm, piye iki? Sederhananya gimana ini Mas Kus?”

Mas Kus       : “Gini Kal, Lihat sepeda motor, atau mobil. Jika roda sepeda motor itu seperti planet dan bintang, maka berputarnya roda pada porosnya itu seperti planet bumi berotasi.”

Mas Kus       : “Kemudian kita tahu bahwa perputaran roda itu disebabkan ledakan pembakaran yang terjadi di mesin dan piston bergerak.”

Mas Kus       : “Maka teori yang ada saat ini hanya mampu melihat sampai kepergerakan piston saja, atau awal mula piston bergerak, sampai pada bergeraknya roda-roda.”

Mas Kus       : “Teori itu belum sampai ke pemicu awal ledakan / pembakaran pertama pada mesin, yaitu dengan starter elektrik atau kick stater.”

Mas Kus       : “Belum juga sampai pada subyek / pelaku yang membuat starter elektrik atau kick stater bekerja.”

Mas Kus       : “Tidak pula teori itu menyentuh bahwa sang pelaku masih menjaga tuas gas agar roda tetap berputar.”

Akal            : “hmm, gitu ya!”

Mas Kus       : “Menurutku ngono.”

Akal            : “Kenapa bisa begitu Mas?”

Mas Kus       : “Karena kita datang belakangan setelah semua sistem itu bekerja. Kita tidak sempat melihat pertama kali starter itu dinyalakan. Dan starter dinyalakan hanya satu kali, selama sistem sudah berjalan tidak ada starter kedua atau ketiga. Itu yang tidak bisa ditangkap atau diindra oleh para ilmuan.”

Mas Kus       : “Yang bisa dilihat adalah hanya pada sistem sudah bekerja lalu ditarik kesimpulan bahwa sistem itu bekerja dengan sendirinya. Otomatis jarene.”

Mas Kus       : “Satu yang luput dari simpulan itu adalah bahwa dengan begitu kita telah meletakkan subyek sekaligus obyek.”

Mas Kus       : “Kita lupa bahwa matahari, planet dan satelitnya semua benda mati, dengan menganggap bahwa bumi berotasi dengan sendirinya berarti kita menganggap bahwa bumi itu subyek sekaligus obyek.”

Mas Kus       : “Sama halnya dengan roda, piston, gir, itu bergerak dengan sendirinya.”

Mas Kus       : “Semua itu adalah benda mati, sejak kapan benda mati itu bisa bergerak dengan sendirinya?”

Akal            : “Iya, tidak ada batu yang bisa berjalan sendiri, pasti ada yang memindahkannya.”

Mas Kus       : “Semua itu adalah benda-benda mati, lalu sejak kapan benda mati itu tiba-tiba hidup?”

Akal            : “Omne vivum ex vivo : semua mahluk hidup berasal dari mahluk hidup. Lalu bagaimana mahluk hidup pertama kali hadir jika semua yang ada adalah benda mati?”

Mas Kus       : “Nah…! Piye?”

Akal            : “Dengan teori evolusi biokimia Mas. Bahwa zat organik sederhana seperti asam amino, gula sederhana itu bisa terbentuk dengan reaksi antara uap air, metana, ammonia, gas hydrogen, dan gas karbondioksida yang dialiri lecutan listrik atau terkena halilintar.”

Akal            : “Asam amino dan gula sederhana adalah molekul atau komponen penyusun kehidupan.”

Mas Kus       : “Lalu bagimana caranya semua itu tiba-tiba hidup?”

Mas Kus       : “Kenapa kesimpulan diambil bahwa semua benda-benda itu bisa hidup dengan sendirinya?”

Mas Kus       : “Kenapa kita menganggap bahwa benda-benda itu bergerak dengan sendirinya kemudian bertemu dan bereaksi membentuk kehidupan?”

Mas Kus       : “Kenapa kesimpulan ditarik dengan melupakan subyek yaitu peneliti yang membawa semua benda-benda itu ke laboratorium, kemudian memicu reaksinya?”

Akal            : “hehehe, mengapa subyek itu dipindahkan ke obyek? Padahal dengan begitu kita menganggap bahwa benda mati itu bisa bergerak dengan sendirinya. Kenyataannya tidak ada benda mati yang bisa bergerak.”

Mas Kus       : “Nah..! ketemu kan. Tidak hanya bergerak, dengan begitu kita juga menganggap benda mati itu berkehendak.”

Akal            : “hmm…! Kacau iki kacau.”

Mas Kus       : “Ngene Kal, anggap saja bahwa penelitian sampai ketemu terbentuknya asam amino dan lain-lain itu adalah tahap sampai ketemunya transistor atau resistor atau bahkan sampai ke hardware jadi satu ke cashing smartphone.”

Mas Kus       : “Lalu kenapa simpulan diambil dengan bahwa transistor, resistor, microchip terbentuk dengan sendirinya, kemudian bertemu membentuk mainboard hingga membentuk hardware sampai ke cashing.”

Akal            : “Iya! Kenapa simpulan diambil dengan melupakan jasa insiyur dibalik semua itu. Kenapa peran insiyur dihilangkan dan dilekatkan pada obyek benda-benda itu?”

Mas Kus       : “Lalu smartphone tadi tiba-tiba saja hidup. Lagi-lagi peran insiyur yang menanamkan android atau semacamnya dihilangkan.”

Akal            : “Pada kenyataannya, sebelum smartphone ada handphone, sebelum handphone ada radio. Kenapa simpulan bahwa itu semua ada dengan sendirinya dan berubah dengan sendirinya. Lagi-lagi insiyur ditiadakan.”

Mas Kus       : “Hanya karena penelitinya datang belakang, dan sistem sudah berjalan, lalu menarik kesimpulan bahwa benda itu bergerak dengan sendirinya dan  menempatkan bahwa subyek sekaligus obyek.”

Mas Kus       : “Dengan begitu menjadi kacau dan rancau. Padahal barang yang diteliti itu adalah benda mati”

Menganggap bahwa benda mati itu bisa bergerak sendiri.

Menganggap bahwa benda mati mempunyai kehendak.

Menganggap bahwa benda mati itu berubah sendiri atau merubah dirinya sendiri bahkan sampai meledakkan dirinya sendiri dan berubah menjadi sesuatu yang baru.

Pada kenyataannya yang bergerak adalah yang hidup.

Pada kenyataannya yang berkehendak adalah yang hidup.

Pada kenyataanya yang hidup melakukan perubahan pada benda-benda mati di sekitarnya menghancurkan, memadukan dan membentuk kembali sesuatu yang baru.

Akal            : “Mengapa tidak timbul pertanyaan apa sesuatu yang hidup itu? Yang memulai semuanya untuk bergerak? Yang berkehendak membuat semuanya ada?”

Mas Kus       : “Itu semua terasa benar, dan selesai atau tuntas di situ. Padahal masih ada sesuatu dibalik itu semua.”

Akal            : “Atau dipaksa benar Mas Kus, atau terus diulang-ulang sehingga terasa benar!”

Mas Kus       : “Bisa jadi seperti itu Kal. Bisa juga karena kita belajarnya hanya sebagian-sebagian saja.”

Mas Kus       : “Kita belajar fisika hanya sebatas fisik saja tanpa ada kaitanya dengan biologi atau kimia, atau belajar matematika hanya sebatas hitung-hitungan saja.”

Akal            : “Jadi kebenarannya hanya sebagian-sebagian saja.”

Mas Kus       : “ho’oh.”

Akal            : “Lalu apa jawaban atas sesuatu yang hidup, yang ada sebelum semua ada, yang mengerakkan semua, yang meletakan semua itu ditempatnya masing-masing, yang menjaganya tetap seperti itu?”

Mas Kus       : “Karena itu kita tidak boleh belajar itu sebagian-sebagian Kal. Janganlah belajar tentang dunia ini dan menganggapnya tidak ada kaitannya dengan agama, jangan pula belajar agama tapi tidak mau mengenali tentang dunia ini padahal kita hidup di dunia.”

Akal            : “Efeke piye Mas Kus?”

Mas Kus       : “Yang belajar dunia saja menganggap bahwa agama itu hayalan saja, yang belajar agama saja menganggap yang lain tertipu oleh dunia ini tetapi dia sendiri tidak bisa menjelaskan bagaimana fenomena di dunia ini terjadi.”

Akal            : “Padahal keduanya harus saling melengkapi. Tidak sempurna jika hanya salah satu saja.”

Mas Kus       : “Betul! Membaca atau menghafal petunjuk dalam arti belajar agama saja tanpa mau mengenali alat dan bahan praktik dalam arti dunia dan isinya, kita akan sedikit kesulitan dalam merangkainya. Ada sesuatu yang tidak pas ketika dirangkai.”

Mas Kus       : “Belajar dunia saja dan menganggap tidak ada kaitanya dengan agama, seperti merangkai alat dan bahan tanpa mengunakan petunjuk. Yang ada adalah merangkai sesuatu alat dan bahan dipaksakan.”

Akal            : “Yang belajar dunia saja telah berhayal bahwa benda-benda mati itu bisa bergerak sendiri dan berkehendak.”

Mas Kus       : “Yang belajar agama saja bertahan pada dalil yang menunjukkan hasil akhir, tanpa mau menjelaskan prosesnya. Padahal dengan mengetahui prosesnya maka sempurna imannya, sempurna pujian.”

Mas Kus       : “Dan jawaban atas sesuatu yang hidup dan memulai segala sesuatu itu adalah TUHAN.”

Mas Kus       : “Dialah tuhan Allah subhanahu wa ta’ala. Yang hidup dan tetap hidup. Yang memulai segala sesuatu di alam semesta ini dan tetap ada setelah segala sesuati di alam semesta ini Dia akhiri.”

Akal             : “Dialah subyek atas benda-benda mati itu semua, matahari, planet, bumi, metana, air, udara, hydrogen dan lain semuanya.”

Mas Kus       : “Dialah Allah subhanahu wa ta’ala yang telah mengenalkan diriNya sendiri kepada para nabi dan rasulNya. Layaknya insiyur atau programmer yang menuliskan kode ke android untuk mengenalinya. Dimana insiyur itu diluar jangkauan andrid itu sendiri.”

Akal             : “Ya, tuhan itu ada dan nyata. Tuhanlah yang meniupkan Ruh kepada benda-benda mati setelah lengkap rangkainnya seperti insiyur yang menamkan androin ke smartphone setelah lengkap mainboard lcd baterai dan touchscreen.”

Mas Kus     : "Hanya yang hiduplah yang bisa menghidupkan atau mematikan."

Mas Kus     : "Dialah Allah yang Maha Berkuasa Atas Segala Sesuatu, yang awal memulainya dan yang akhir mengakhirinya."



Rabu, 06 Januari 2021

Balada : Menemani Akal, Akal mencari tuhan #1

 

Mas Kus       : “Hpmu baru Kal!”

Akal            : “Ini smartphone Mas!”

Mas Kus       : “Ada yang seperti itu to? Pinter mana sama kamu?”

Akal            : “Jelas pinter aku lah mas.”

Mas Kus       : “Kok ngono?”

Akal            : “Ya Hp ini ada karena aku Mas!”

Mas Kus       : “Hmm gitu ya, Hp ada bukti bahwa kamu ada “eksis” ngono yo?”

Akal            : “Nah itu Mas Kus pinter!”

Mas Kus       : “Lah ojo ngono, wes gek ndang ngomong njaluk bakso opo kopi.”

Mas Kus       : “Kal, apakah mungkin smartphone bisa ada begitu saja?”

Akal            : “Maksudnya, tiba-tiba ada tanpa melalui proses gitu Mas?”

Mas Kus       : “Ho’oh!”

Akal            : “Ya jelas ndak mungkin lah Mas!”

Akal            : “Itu bahan bakunya saja harus kita tambang dulu dari dalam bumi, belum lagi kita pisahkan untuk dimurnikan, lagi kita bentuk sesuai keinginan kita, kita desain dulu.”

Mas Kus       : “Baru bisa dipakai?”

Akal            : “Kita isi dulu dengan operating sistem!”

Mas Kus       : “Android?”

Akal            : “Salah satunya.”

Mas Kus       : “Jadi tidak mungkin ya, bahan logam itu dari batu / pasir jalan sendiri jadi logam murni, lalu membentuk dirinya sendiri jadi transistor, resistor, baterai, dll. Dari minyak bumi di kedalaman perut bumi, harus disedot dipisahkan diambil polimer, jadi biji plastic, terus dicetak dadi chasing yo!”

Akal            : “Betul”

Mas Kus       : “Jadi smartphone, tadi pasti ada yang membuatnya ya!”

Akal            : “Ya, manusia dengan akalnya!”

Mas Kus       : “Seperti itu manusia bisa dikatakan pencipta atau penemu Kal!”

Akal            : “Yang lebih tepatnya adalah penemu, karena logam dalam bentuk biji logam atau pun bahan yang lain sudah ada di bumi ini, manusia hanya menemukannya dan memurnikannya kemudian diubah dan dimanimuplasi untuk bahan tadi bekerja sesuai dengan keinginannya.”

Akal            : “Pencipta hanya untuk sesuatu yang meng-ada-kan bahan baku itu semua.”

Mas Kus       : “Jadi Sang Pencipta itu benar-benar ada?”

Akal            : “Ya!”

Mas Kus       : “Dari siklus logamnya, dari batu / pasir / tanah, lalu dimurnikan jadi biji logam, lalu dijadikan resistor, transistor, mikrocip, kemudian dirangkai menjadi smartphone, smartphone rusak dibuang karaten kembali ke tanah.”

Akal            : “Tidak ada dalam siklus itu menjadi manusia dengan akalnya. Tapi manusia terlibat di semua tahap perubahannya.”

Mas Kus       : “Iya, tidak mungkin melihat pencipta masuk dalam siklus ciptaanya. Analoginya ngono Kal!”

Mas Kus       : “Tapi sang pencipta terlibat disemua proses itu dan tidak terlihat di situ atau menjadi bagian dari siklus itu.”

Akal            : “Dengan adanya smartphone itu menjadi bukti bahwa akal itu ada, dan jika kita mau jujur bahwa akal itu tidak bisa digambar, didengar, dicium, diraba atupun dirasa.”

Mas Kus       : “Dan smartphone, menjadi bukti bahwa akal itu ada adalah benar. Tetapi smartphone bukanlah gambar atau wujud dari akal. Hanya sebagai bukti bahwa akal itu ada. Karena sebelum smartphone sudah ada rumah, jembatan, jalan, pesawat, komputer dan tidak ada satupun yang merupakan wujud dari akal. Hanya bukti bahwa akal itu ada.”

Akal            : “Seperti itulah Tuhan Sang Pencipta. Bumi, bulan, matahari, bintang-bintang, komet, meteor, planet, galaksi, cluster, dan seterusnya adalah bukti bahwa sang pencipta itu ada. Dan jangan pernah berharap menemukan sang pencipta masuk ke dalam siklus dari ciptaanya.”

Selasa, 29 Desember 2020

Catatan kecil seputar pelaksanaan UNBK 2020

 Catatan Peristiwa UNBK tahun 2020

UNBK 2020 diputuskan ditiadakan, hal ini menyikapi dengan kondisi pandemi covid19. Tetapi sempat diadakan UNBK untuk tingkat SMK yang dilaksanakan mulai 16 sampai 19 Maret 2020 dengan penyesuaian penerapan protokol kesehatan serta ada 7 provinsi yang menyatakan penundaan pelaksanaannya. Ketujuh provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Baten, Jawa Tengah, Bali, Riau dan Kalimatan Timur. Seiring waktu kasus covid19 semakin bertambah memaksa pelaksanaan UNBK ditiadakan dan untuk Jenjang SMK yang sudah melaksanakan, penilaiannya dibatalkan. Dan untuk jenjang SMK, selain ada ujian teori berbasis computer (UNBK) juga ada ujian praktik, dimana ujian praktik digunakan untuk mengukur kemampuan ketrampilan / skill siswa. Ujian praktik bisa dengan 2 cara yaitu dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) dan dengan UKK (Uji Kompetensi Kejuruan). Dimana pelaksanaannya ujian praktik tahun 2020 ini dikembalikan ke sekolah masing-masing, boleh dilakukan dan tidak apa-apa jika tidak melakukan.

Itulah sedikit catatan pada pelaksanaan UNBK 2020 yang bisa kita kenang dan ingat-ingat. Kebijakan akan dibatalkannya serta dihapus/diganti menjadi keberuntungan tersendiri bagi siswa-siswi di masa yang akan datang. Akan tetapi bagi yang pernah melaksanakan bukan berarti kesialan pernah berada di masa itu. Bagi saya yang pernah melewati Ujian Nasional atau sejenis itu, di waktu itu ada nikmat tersendiri bagi saya dalam mengejar pencapaian nilai tertinggi. Belajar memahami itu seperti tantangan. Bagi teman saya, ada horor di pelaksanaan Ujian Nasional kala itu. Dia diteror secara Nasional oleh tuntutan kelulusan, di rumah, di sekolah, dengan teman bermain semuanya seperti meneropong dan mengawasi. Ada ketakutan yang memicu adrenalin, membuat jantung berdebar dan berdetak lebih kecang. Ada bulan-bulan ketegangan dalam persiapan menghadapi UN. Sudah seperti akan perang saja. Tetapi mengingat itu rasanya …. Gilaaaaaaa Maaannn! Aku rindu kamuuuuuu! Mengingat asyiknya waktu itu menyusun strategi bersama kamu! Memang indah melewatinya bersama-sama, NASIONAL MAN NASONAL! Tidak pernah bisa dilupakan petulangan bersama kamu diteror secara nasional. Bagi teman saya yang lain, yang santai saja, atau berpura-pura santai. Cool gitu istilahnya, tapi bisa menjadi provokator paling gentol waktu pengumuman kelulusan. Paling awal tanda tangan seragam, spet baju pertama kali. Paling heboh deh, seolah-olah dialah pemimpin dalam perang ini. Eh UN ini. Asyik gak kaya gitu? Pokoknya ada rasa yang tidak bisa diungkapkan.

Maaf jadi ngelantur, hanyut terbawa flashback masa lalu petualangan yang nyata, ada ketegangan, ada fokus mencari ilmu, ada canda, dan ada kenangan indah bersama kamu. Serasa main film aksi, drama, komedi, kriminal (bolos dan mencuri buah di kebun), horor, dan petualangan, semuanya dalam satu babak. Dan setiap orang adalah pemeran utama.

Bye bye UN, riwayatmu kini. Ku tulis kamu di sini untuk dikenang.

Untuk melengkapi catatan ini tentang UN, ada baiknya mari kita mengenal apa itu ujian, kapan dimulainya, dan tahun 2020 ini akhirnya, serta semua pernak-perniknya.

 

Apa itu ujian?

Ujian adalah suatu cara yang digunakan untuk mengetahui tingkat mutu atau kualitas dari orang/manusia akan kemampuan, kepandaian, pemahaman, hasil belajarnya dan sebagainya.  Karena itu ujian ada banyak jenis dan sifatnya, tergantung dari hasil apa yang ingin diketahui.

Menurut cara dan sifatnya ujian itu dilakukan, ada ujian terbuka dan ujian tertutup.

Ujian Terbuka

Ujian Terbuka adalah ujian yang sifatnya boleh membuka / membawa / mencari informasi bebas tentang soal yang diujikan. Ujian jenis ini biasanya digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan / skill orang yang diuji. Bisa berupa kemampuan berkembang atau mengembangkan teori atau pemahaman, bisa juga kemampuan dalam melakukan sesuatu sesuai petunjuk yang ada.

Ujian Tertutup

Ujian Tertutup adalah ujian yang sifatnya dibatasi atau dilarang membawa / membuka literatur atau buku dan sejenisnya. Ujian jenis ini biasanya digunakan untuk mengetahui daya ingat, pemahaman akan sebuah teori atau materi. Atau untuk mengetahui hasil belajar dari orang, sekaligus untuk mengetahui seberapa efektif cara guru mengajar.

Menurut bahannya ujian ada ujian teori dan ujian praktik

Ujian Teori

Ujian teori adalah ujian yang digunakan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman sesorang yang diuji akan suatu materi atau teori. Alat dan bahan yang digunakan berupa kertas dan pensil untuk mereka jawaban dari peserta, atau bisa menggunakan media lain seperti komputer atau smartphone. Hasil dari ujian toeri biasanya juga digunakan untuk melihat seberapa berhasil guru mengajar, seberapa jauh metode mengajar mampu membawa pesan atau bahan ajar, dan juga seberapa efektif belajar dan mengajar yang sudah dilaksanakan.

Ujian Praktik

Ujian praktik adalah ujian yang dilakukan dengan tujuan untuk melihat skill atau kemampuan seseorang / peserta ujian. Alat dan bahan yang digunakanpun menyesuaikan dengan skill /  kemampuan yang akan diuji. Ujian praktik ini biasanya bersifat terbuka atau setidaknya ada petunjuk kerjanya. Alasannya adalah karena ujian praktik ini menuntut skill / kemampuan, orang yang sudah menguasai teori belum tentu mampu yang melakukannya dengan baik. Dan juga biasanya ujian praktik ini juga menguji bagaimana potensi seseorang berkembang dan menemukan solusi atas kebuntuan kasus atau permasalahan.

Berdasarkan media yang digunakan untuk merekam hasil ujian ada ujian berbasis kertas dan ada ujian berbasis komputer.

Ujian Media Kertas/papper

Ujian media kertas adalah ujian yang pelaksanaanya soal dan jawaban direkam dalam kertas. Ujian jenis ini mulai diganti dengan media komputer atau smartphone karena alasan mengurangi kecurangan peserta serta untuk penghematan sekaligus untuk mensikapi atas isu pemanasan global. Dimana kertas bahan baku utamanya adalah kayu / bambu.

Ujian Media Komputer

Ujian media komputer adalah ujian yang media yang digunakan untuk merekam soal maupun jawaban menggunakan komputer atau smartphone. Ujian jenis ini digunakan karena saat ini lebih aman dalam kebocoran soal juga lebih aman dari kecurangan peserta ujian. Hal ini tidak terlepas dari pengamanan soal yang tidak bisa dibuka kecuali oleh peserta ujian saja, serta setiap peserta ujian bisa mendapatkan soal yang berbeda-beda.

Selain jenis-jenis ujian diatas juga ada ujian dengan cara lisan atau tanya jawab langsung, ujian ketahanan fisik, ujian mental atau ketahanan mental dan jenis ujian lain yang bisa dibuat berdasarkan pada tujuan ujian itu diadakan.

Selanjutnya mari kita lengkapi catatan kita ini dengan awal mula dimulainya ujian secara nasional ini sampai sekarang (catatan ini dibuat yaitu tahun 2020). Karena untuk tahun selanjutnya biarlah waktu yang akan menjawab, jika kita catat sekarang malah jadi ramalan nantinya.

Ujian Penghabisan tahun 1950-1965

Ujian pada awalnya dinamakan ujian penghabisan. Soal ujian dibuat oleh Departemen Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan.

Ujian Negara tahun 1965-1971

Pada periode ini Ujian Pengahabisan diganti nama dengan Ujian Negara. Untuk materi ujian dan waktu ujian ditentukan oleh pemerintah pusat. Tujuan ujian pada waktu itu adalah untuk menentukan kelulusan, dan dapat melanjutkan perguruan tinggi negeri sedangkan yang tidak lulus tetap diberikan ijazah, akan tetapi hanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi swasta.

Ujian Sekolah tahun 1972-1979

Ujian Negara berupa nama dengan Ujian Sekolah. Untuk tempat ujian dikembalikan ke sekolah masing-masing dengan mengikuti pedoman dan  panduan ujian nasional yang bersifat umum disusun oleh pemerintah pusat.

Ebtanas/Ebta tahun 1980-2001

Ujian Sekolah diganti namanya dengan EBTANAS (Evaluasi Tahap Akhir Nasional) dan EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir). Tujuannya adalah untuk mengevaluasi, mengendalikan dan mengembangkan mutu pendidikan. EBTANAS sekolah koordinasi dengan pemerintah pusat, sedangkan EBTA sekolah berkoordinasi dengan pemerintah propinsi. Ijazah diberikan kepada siswa sebagai tanda bahwa siswa telah menamatkan jenjang pendidikan baik dasar, menengah pertama, ataupun menengah atas.

Ujian Akhir Nasional 2002-2004

Ujin Akhir Nasional adalah ujian yang diterapkannya lagi syarat kelulusan. Dimana siswa harus mencapai batas-batas pencapaian tertentu untuk dinyatakan lulus. Ketika tidak lulus siswa harus mengulang lagi ujian ditahun berikutnya dan juga siswa yang tidak lulus tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Ujian Nasional tahun 2005-2013

Ujian Nasional di periode ini sama dengan Ujian Akhir Nasional dalam hal menjadi syarat penentuan kelulusan siswa. Hanya batas nilai bawahnya terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Dan juga diberikan ujian susulan dan juga ujian perbaikan di tahun yang sama. Ujian susulan untuk mereka yang berhalangan ikut ujian nasional di waktu yang telah ditetapkan pemerintah pusat, ujian perbaikan untuk mereka yang nilainya tidak mencukup syarat untuk lulus. Dan juga di ujian nasional ini diterapkan sampai lima kode soal dimana ini untuk mengurangi tingkat ketidakjujuran siswa dalam mengerjakan ujian.

UNBK tahun 2014-2020

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggantikan Ujian Nasional yang menggunakan media kertas. UNBK ini dipilih karena dianggap lebih aman dari kebocoran soal dan lebih baik dari menanggulangi kecurangan peserta ujian. Hanya saja, perangkat komputer saat ini masih merupakan perangkat yang cukup mahal dan butuh ruangan yang lebih maka pelaksanaan UNBK dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, pelaksanaan UNBK pertama kali dilakukan di tingkat SMK/SMA. Di tingkat SMK komputer merupakan bahan belajar bagi siswa pada jurusan-jurusan seperti Teknik Komputer dan Jaringan, Rekaya Perangkat Lunak, Multmedia, Gambar Bangunan, Akuntansi, Perkantoran, dll. Dan sudah umum setiap SMK memiliki laboratorium komputer.

Melihat lebih dalam rangkaian kegiatan Ujian Nasional khusus tingkat SMK

Mari kita mencari tahu lebih banyak tentang pelaksanaan Ujian Nasional Tingkat SMK. Untuk tingkat SMK kegiatan Ujian Nasional ada dua jenis yaitu ujian teori dan ujian praktik. Untuk ujian teori dilakukan dengan media komputer dan dinamakan dengan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Dan untuk ujian praktik dinamakan dengan UKK (Ujian Kompetensi Kejuruan) atau dilakukan dengan metode LSP. Dan untuk pelaksanaannya adalah ujian teori dilaksanakan terlebih dahulu kemudian disusul oleh ujian praktik.

Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMK

Dalam rangkaian kegiatan UNBK di tingkat SMK sebetulnya ada dua jenis ujian teori. Satu UNBK itu sendiri terdiri dari empat mata pelajaran, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Dimana soal dari keempat mata pelajaran itu dibuat secara nasional, dibuatkan kisi-kisinya dan disusun bersama-sama oleh sejumlah guru yang diberi tugas / mandat dari kabupaten / propinsi. Dua USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) ini adalah ujian teori untuk mata pelajaran yang diujikan secara nasional ditambah semua mata pelajaran yang tidak diujikan secara nasional. Untuk soal disusun bersama oleh kelompok kerja sekolah (rayon / sub rayon). Untuk media yang dipakai juga komputer atau sesuai kesepatan kelompok kerja sekolah.

Tahapan dalam UNBK

Persiapan UNBK

Dalam tahap ini teknisi (orang yang menyiapkan perangkat server/client sebelum ujian dimulai, menangani permasalahan selama ujian berlangsung, mengamankan data / fisik setelah ujian selesai) menyiapkan kelayakan perangkat baik itu server maupun client secara fisik sesuai dengan standar yang dianjurkan sesuai petunjuk teknis dan menyiapkan server maupun client secara non fisik (perangkat lunak / software). Dalam menjalakan tugas teknisi berkoodinasi dengan proktor (orang yang menyiapkan data peserta ujian / waktu ujian / sesi ujian, memberikan ijin dimulainya ujian (token), membantu peserta yang mengalami kesulitan pengoperasian perangkat komputer, mendokumentasi kejadian selama ujian) dalam menyiapkan aplikasi server, kemudian server mengambil soal dari server pusat (singkronisasi server) maupun data peserta ujian. Dan juga menyiapkan client secara fisik maupun software seperti software client ujian, cek koneksi client ke server lokal dll. Dalam pelaksanaan ujian, teknisi dan proktor dibantu oleh pengawasan ujian. Dimana pengawas ujian adalah guru yang tugasnya mengawasi pelaksanaan ujian berjalan baik dan lancar dan mengurangi / mencegah terjadinya kecurangan oleh peserta ujian. Dan ketika ujian berlangsung client secara periodik mengirim / menyimpan pencapaian peserta ujian ke server. Hal ini untuk mengamankan pencapaian peserta ujian ketika client mengalami kendala, maka peserta ujian bisa memulai dari waktu terakhir penyimpanan dan jawaban tersimpan dan waktu sesuai terakhir client terhubung dengan server. Teknisi dan Proktor menyiapkan server dan client baik itu saat latihan UNBK (simulasi), pada saat pelaksanaan UNBK dan juga pada saat pelaksanaan USBN. Biasanya USBN dilakukan lebih dahulu baru kemudian UNBK.

Simulasi UNBK

Simulasi UNBK merupakan serangkaian uji coba ujian menggunakan komputer. Simulasi dilaksanakan dengan maksud menguji kesiapan perangkat baik lokal maupun pusat sekaligus juga memberikan kesempatan bagi peserta UNBK untuk belajar menggunakan perangkat komputer sehingga pada pelaksanaan UNBK yang sesungguhnya sudah lancar dalam penggunaan perangkat. Hasil dari simulasi digunakan untuk perbaikan perangkat baik software maupun hardware dari sisi panitia lokal dan pusat, dan hasil untuk peserta ujian tidak berpengaruh terhadap nilai kecuali peserta semakin terbiasa dengan perangkat komputer. Simulasi wajib dilakukan minimal satu kali saat gladi bersih.

Pelaksanaan UNBK

UNBK dilaksanakan selama empat hari untuk empat mata pelajaran, matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Satu mata pelajaran dalam setiap harinya. Ketika masa UNBK tidak ada lagi percobaan alat, karena semua latihan dan penguasaan alat sudah dilakukan disaat simulasi. Poin hanya diberikan pada pilihan jawaban yang yang sesuai dengan kunci jawaban. Dan tidak ada toleransi terhadap jawaban yang tidak sesuai dengan kunci.

UNBK susulan

UNBK susulan diberikan kepada siswa yang terdaftar UNBK tetapi karena sesuatu hal dia tidak bisa mengikuti UNBK sesuai jadwal. Biasanya karena alasan yang luar biasa seperti bencana alam. Karena jika hanya sakit dan dirawat di rumah sakit, akan tetapi siswa tersebut masih sadar dan bisa berkomunikasi diberikan opsi untuk mengikuti ujian UNBK yang soalnya dicetak oleh panitia.

UKK

Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) adalah ujian praktik sesuai jurusan / kejuruan setiap peserta UNBK. Sebelum UKK dilaksanakan biasanya ada ujian praUKK, yang fungsinya hampir sama dengan simulasi di UNBK. Dalam UKK biasanya ada 3 perangkat yang harus ada, satu Intrumen Soal UKK biasanya ini berisi soal, alat dan bahan yang dibutuhkan serta petunjuk kerja. Dua Lembar Pedoman Penilaian yang berisi tentang rambu-rambu penilaian dari pencapain siswa dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan adanya rambu-rambu diharapkan penilainya bisa dilakukan dengan obyektif. Tiga Intrusmen Verifikasi Penyelenggara UKK yang berisi tentang penilaian kelayakan penyelengara dari ketersediaan alat dan bahan, standar alat pendukung, strandar tempat / ruang serta standar penguji.

Dalam pelaksanaan UKK, peserta UKK diberi soal dan dipersilahkan untuk mengambil alat dan bahan yang sesuai dengan soal atau yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek di gudang alat dan bahan. Ketepatan mengambil soal ada poin tersendiri, dan jika ada alat / bahan yang tidak dibutuhkan ikut diambil peserta, penguji bisa menanyakan langsung kegunaan alat dan bahan yang diambil itu, karena tidak sesuai dengan soal dan tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan soal. Alat dan bahan yang ada di gudang dipastikan ada minimal satu untuk setiap peserta. Ada kalanya alat dan bahan standar sudah disediakan panita, ketika peserta ujian merasa butuh suatu alat lagi tinggal meminta ijin ke panitia ujian.

Pengumuman hasil UN

Sebelum pengumuman hasil UN biasanya ada masa jeda antara waktu setelah menyelesaikan UKK dengan waktu pengumuman. Pada saat pengumuman hasil UN biasanya hasil UKK sudah ada. Ketika hasil UNBK diterbitkan, Sekolah akan mengumumkan hasil UN dimana peserta UN dinyatakan lulus atau tidak lulus dengan pertimbangan hasil ujian teori UNBK / USBN dan ujian praktik UKK.

UNBK Perbaikan

Setelah hasil UN diumumkan, maka peserta sudah tahu lulus atau tidak lulus, atau ada peserta yang nilainya kurang / dirasa kurang, bisa mendaftar untuk mengikuti ujian perbaikan. Hal ini bisa jadi karena masih ada perusahan-perusahaan yang membuat syarat diterima sebagai pengawai di perusahaan tersebut dengan nilai UN minimal sekian dan sekian.

Itulah adalah catatan seputar UN 2020 atau UN yang seharusnya menjadi UN terakhir tetapi akhirnya dibatalkan. Dengan dibatalkannya UNBK 2020 maka otomatis UN terakhir adalah UNBK di tahun 2019. Demikian catatan seputar UN, ini dicatat untuk dikenang.

Membaca pesan tersirat dalam pelaksanaan UNBK / UN

Pesan tersirat dalam pelaksanaan UN ini saya tulis menurut pandangan saya pribadi / penulis. Harapanya sesuatu yang tersirat dalam pelaksanaan UN menjadi tersurat dan jadi cermin dalam kita menjalani kehidupan.

Dalam artikel sebelum tentang makna angka satu sampai sepuluh dan makna sistem operasi bilangan, kita tahu bahwa Allah subhanahu wa ta’ala itu menguasai ruang dan waktu sehingga kita tidak bisa lepas sedikit dariNya, begitu pula pada pelaksanaan UN. Dalam menjalani kehidupan ini sesungguhnya kita seperti melakukan serangkaian UN. Dan kita sekarang sudah sampai di tahap melakukan ujian praktik (UKK). Karena sudah ujian praktik, kita sudah lulus ujian teori. Apa soal ujian teori dan apa soal ujian praktik?

Sebelum kita masuk ke kehidupan ini, kita sudah lulus ujian teori dengan soal dari Allah subhanahu wa ta’ala “Siapakah aku?” dan kita sudah menjawab “Engkau Tuhanku dan aku mahlukMu”. Dan kita dinyatakan lulus, dan berhak untuk ikut ujian praktik. Jika kamu sedang membaca tulisan INI, berarti kamu adalah peserta ujian praktik. Sama dengan saya (penulis). Dan kita sama-sama ada untuk menyelesaikan ujian praktik yaitu “IBADAH”.

Untuk bisa menyelesaikan soal praktik ibadah kita diberikan alat yaitu badan / jasad / raga. Kita diberikan waktu untuk mencoba mengendalikan alat itu (badan kita), dari bayi sampai kita bisa menggunakan akal kita untuk memanipulasi sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan kita “akil dan baligh”. Ketika itu otomatis telah selesai waktu simulasi kita atau praUKK kita. Dan ketika ujian praktik ini sudah selesai, alat yang kita kendalikan ini harus kita kembalikan ke panitia ujian Allah subhanahu wa ta’ala siklus angka”. Dan tidak ada seorangpun yang mampu membawa alat ini pergi dari ruang ujian. Ada pengecualian khusus para nabi dan para wali jasadnya tetap dijaga utuh tidak diuraikan menjadi tanah.

Karena ini adalah ujian praktik, kita diberikan petunjuk kerja / petunjuk ibadah yaitu Al Qur’an dan Hadist. Sifat ujian praktik ini juga terbuka, yaitu mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Karena Rasulullah adalah peserta ujian yang sudah dinyatakan lulus, kita hanya perlu mencontohnya saja untuk bisa lulus. Dan jika kita memilih untuk menyelesaikan dengan cara kita sendiri atau dengan cara yang tidak lagi diakui oleh panitia, kita dinyatakan mengikuti ujian secara tertutup “kafir / cover” dan dinyatakan tidak lulus ujian.

Selain alat untuk melaksanakan ujian kita juga diberi bahan praktik “rejeki” yang cukup sampai ujiannya selesai. Rejeki kita dijamin sampai mati, sampai kita menyelesaikan ujian. Penilaian terhadap alat adalah dengan menggunakannya sesuai dengan soal yaitu ibadah. Ibadah wajib yaitu shalat adalah praktik kita sekaligus proses menyimpan nilai kita. Shalat ada 5 waktu dalam sehari ini seperti proses menyimpan jawaban peserta ujian pada saat UNBK. Saat UNBK komputer client secara periodik 2 atau 5 menit mengirim simpanan jawaban ke komputer server. Sedangkan kita dengan menyimpan jawaban praktik dengan shalat. Sedangkan penilaian terhadap bahan “rejeki” adalah bahan yang kita gunakan untuk zakat “ibadah wajib” dan sedekah “ibadah sunnah”.  Karena pada saat pengumuman hasil ujian bukanlah alat dan bahan yang kita gunakan yang diberikan tetapi hanya nilainya saja.

Praktik ibadah tidaklah hanya sekedar shalat saja. Tapi tidur kita dinilai ibadah dengan syarat sebelum tidur kita shalat, bangun tidur kita shalat yaitu shalat isya’ dan shalat subuh. Kenapa tidur kita dinilai ibadah? Karena Allah subhanahu wa ta’ala itu mensifati diriNya itu tidak mengantuk dan tidak tidur, oleh karena itu jika kita tidur kita hanya praktik sebagai mahluk, dan Allah subhanahu wa ta’ala menilai itu sebagai ibadah. Dan do’a ketika hendak tidur adalah pengakuan bahwa hidup “terjaga” dan mati “tidur” hanya karena Allah subhanahu wa ta’ala. Praktik dari soal teori sebelumnya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan kita dan kita hanya sekedar mahlukNya. Dan jika tidur kita dinilai ibadah, sesungguhnya kegiatan ketika hidup “terjaga” juga dinilai ibadah, asal kita melakukan proses simpan ibadah waktu sedang melakukan kegiatan selama terjaga “hidup” yaitu shalat dhuhur, shalat ashar, shalat magrib.

Jangan pernah beranggapan bahwa hidup akan membosankan jika soal ujian praktiknya hanya ibadah. Semua kegiatan kita selama hidup ini “berasyik-asyik” atau “bersenang-senang”, bergurau, bersosialisasi, bekerja, dan sebagainya akan dinilai ibadah dengan catatan perlu legalitas disela-sela kegiatan itu “shalat” yang harus kita kerjakan sebagai jawaban atas soal ujian praktik ibadah. Tentu saja kegiatan selama hidup “terjaga” yang dinilai ibadah adalah kegiatan yang memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). K3 adalah rambu-rambu yang harus diperhatikan oleh setiap peserta ujian praktik. K3 dalam hidup adalah perintah dan larangan-larangan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menjadi satu dalam petunjuk kerja Al Qur’an dan Hadist.

Karena panjangnya waktu ujian praktik bagi kita, kita diberi waktu untuk istirahat “tidur” dimana tidur kita dinilai sebagai ibadah atau bagian dari menyelesaikan ujian praktik. Hal ini juga sekaligus memberikan waktu mendingingkan mesin dari alat kita “badan kita”. Dan kita juga diwajibkan untuk melakukan servis berkala terhadap alat kita yaitu dengan puasa. Puasa adalah servis berkala yang diwajibkan bagi badan kita. Oleh karena itu nilai dari puasa / pahala dari puasa langsung diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena hanya puasa saja satu-satunya ibadah wajib yang proses pengerjaannya hanya diketahui oleh Allah subhanahu wa ta’ala saja.

Selanjutnya sikap kita terhadap bahan praktik “rejeki”, setiap orang akan diberikan bahan praktik yang cukup, dan tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan praktik “rejeki”. Jangan beranggapan bahwa memiliki bahan praktik yang banyak berarti memiliki nilai yang bagus! Ingat, kita dalam posisi melaksanakan ujian, maka setiap bahan praktik yang ada di meja kerja kita membawa tanggung jawab untuk kita setorkan nilainya. Karena bukan banyaknya bahan praktik yang menentukan kita lulus atau tidak lulus pada ujian kali ini. Ada orang-orang yang bersikap bahwa sedikit bahan praktik berarti peluang mendapatkan nilai A menjadi lebih besar. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang cerdas, dalam istilah agama menyebutnya orang-orang yang zuhud. Jika kita bisa mendapatkan nilai A dengan satu bahan praktik, kenapa kita harus menambah satu lagi yang akan membuatnya mendapatkan nilai B, maka mencukupkannya dengan satu bahan praktik adalah pilihan yang paling tepat.

Apakah dengan demikian menjadi kaya adalah salah? Tentu saja tidak. Tapi pertanyaannya apakah kita mampu melepaskan rasa keterikatan kita terhadap harta benda? Apakah kita sadar bahwa kita saat ini sedang melaksanakan ujian praktik? Sangat sedikit dari kita sadar akan hal ini. Kita mulai terikat dengan dunia ini beserta hiasannya, badan ini, orang tua kita, istri atau suami kita, anak-anak kita, kemudian harta benda kita, saat kita mulai belajar mengendalikan badan kita, dan kita sudah menguasai dalam menggerakan badan kita, kita merasa bahwa itulah milik kita. Sedangkan harta benda yang banyak begitu memikat dan seperti memiliki lem yang sangat kuat. Harta benda itu akan memunculkan rasa keAKUan padanya, dan sangat sulit untuk melepaskannya. Walaupun dalam kenyataannya tidak ada ikatan antara kita dan harta benda kita yang bisa ditangkap oleh indra kita.

Sekarang ini kita ada di masa dimana harta atau kekayaan begitu dipuja. Hingga ada rasa hidup miskin itu sangatlah hina dan hidup kaya raya begitu terhormat. Jika hidupmu miskin hari ini, janganlah itu membuat kamu merasa sengsara sehingga membuat kamu merasa tidak perlu bersyukur. Mungkin kondisimu saat ini adalah kondisi terbaik untuk kamu, karena jika kamu di posisi sebaliknya justru membuat kamu selalu menuruti nafsumu yang tidak akan pernah puas. Ini bisa jadi cara Allah subhanahu wa ta’ala mengasihi dan menyayangi kamu dengan membatasi kamu dari akses harta kekayaan. Ini juga menjadi kesempatan besar kamu untuk mendapatkan nilai A dalam ujian praktik ini. Kamu cukup menjalankan shalat dan puasa saja untuk bisa mendapatkan nilai A. Karena untuk zakat ada batas minimal dalam jumlah dan batas waktu harta itu mengendap / dalam kekuasaan kita. Namun jika kamu masih mau melaksanakan zakat meskipun hartamu kurang dari batas minimal, seharusnya kamu mendapatkan nilai A+. Dengan demikian peluangmu mendapatkan nilai A lebih besar dari si kaya, maka hal seperti ini wajib bagimu untuk bersyukur.

Jika kondisimu saat ini kaya raya, ingatlah kita sedang ujian praktik. Harta kekayaan itu adalah bahan praktik. Dan jika waktu ujian praktik kamu selesai, sedangkan di meja kerja kamu masih tersisa banyak bahan praktik, setiap bahan praktik yang tersisa itu menjadi nilai kurang karena kamu telah mengambil bahan praktik melebihi dari apa yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan ujian praktik ini. Ada siasat untuk mendulang nilai sekaligus juga bisa menikmati harta kekayaan “bahan praktik”. Caranya yaitu dengan meminjamkan sebagian harta itu kepada sesama teman ujian tanpa memintanya untuk mengembalikan lagi tetapi meneruskannya ke peserta ujian yang datang selanjutnya. Dengan demikian kita bisa menerima kiriman nilai dari manfaat harta itu walaupun waktu ujian kita sudah selesai. Hal seperti ini biasanya disebut dengan sedekah jariyah. Dan sebagian harta kita yang lain bisa kita nikmati atau kita wariskan ke anak cucu untuk memperkecil rasa khawatir meninggalkan mereka.

Contoh terbaik dalam hal ini adalah sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah sahabat yang telah mewaqafkan sumur di Madinah yang mana manfaat sumur itu masih ada sampai sekarang setelah 14 abad. Selama itu pula kiriman nilai dari manfaat sumur itu terus mengalir. Dan Beliau masih cukup kaya ketika hidup. Sedekah cukup dengan sebagian harta saja, tidak perlu semua harta kita sedekahkan seperti yang dilakukan oleh sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu. Karena hal semacam itu sudah selevel dengan nabi dan rasul. Nabi dan rasul itu tidak meninggalkan warisan, semua hartanya disedekahkan. Nabi dan rasul sudah menyetorkan semua alat dan bahan praktiknya untuk dinilai. Itu sekaligus menjadi bukti bahwa nabi dan rasul itu sangatlah mengenal tuhannya. Ada pengecualian seperti Nabi Sulaiman alaihi salam. Karena Nabi Sulaiman alaihi salam bahan praktiknya telah diberikan kepadanya. Kekuasaan dan kekayaan Nabi Sulaiman alahi salam masih tetap setelah wafatnya sebelum diketahui bahwa Nabi Sulaiman alaihi salam telah wafat. Maka setelah mengetahui bahwa Nabi Sulaiman alaihi salam telah wafat, para bangsa jin melepaskan diri dan merasa terhina karena tidak mengetahui hal gaib tentang kematian dan harus bekerja karena ketidaktahuan itu.

Ada alasan lain kenapa kita juga harus hidup cukup kaya yaitu karena haji itu butuh biaya untuk bisa melaksanakannya. Haji adalah ibadah wajib sebagai penyempurnaan dalam ujian praktik. Karena dalam ibadah haji kita selain menggunakan alat “badan” kita juga menggunakan bahan “harta kekayaan” untuk melaksanakan. Shalat dan puasa adalah penilaian terhadap alat, zakat penilaian terhadap bahan, dan haji adalah penilaian terhadap alat dan bahan. Berusahalah untuk menyempurnakan ujian praktik ini.

Terhadap alat praktik “badan kita” menjaganya tetap baik sampai ujian berakhir adalah bentuk tanggung jawab kita. Jika kita melihat anak-anak kita yang masih belum akil baligh, berusahalah jangan marah ketika mereka masih belajar mengendalikannya. Mari kita dampingi mereka dan ajari mereka belajar menguasai alatnya. Karena mereka masih dalam tahap simulasi, tidak masuk dalam penilaian. Justru kitalah yang sudah dalam tahap ujian harus pintar memilih jawaban yang benar atas soal ujian praktik. Karena praktik kesabaran maka soal yang datang adalah kemarahan-kemarahan. Dan kemarahan itu bisa datang dari anak-anak kita yang sedang melakukan tahap simulasi. Jadi pilihlah jawaban yang benar atas soal-soal ujian praktik. Oleh karena itu ada kaidah bahwa kita dilarang meminta untuk menjadi orang yang sangat sabar, karena bentuk soal untuk sabar adalah kemarahan, kehilangan, kemiskinan, kekurangan, kehinaan dan lain sebagainya yang membuat sesorang bisa saja tidak mampu bertahan dari semua itu.

Terhadap bahan praktik “harta kekayaan / rejeki” tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bahan praktik, tidak perlu juga iri kepada orang yang memiliki banyak bahan praktik. Banyak ataupun sedikit kesempatan untuk mendapatkan nilainya sama saja. Contoh : Dadap memiliki bahan praktik 100.000 dan Waru memiliki bahan praktik 1.000.000. Jika Dadap menyetorkan penilaian bahan praktik sebanyak 10.000, maka Waru butuh menyetorkan bahan praktik sebanyak 100.000. yang berarti jumlahnya hampir sama dengan keseluruhan bahan praktik milik Dadap, ini bisa memunculkan rasa keberatan pada diri Waru. Misalkan aturan kewajiban menyetor penilaian bahan praktik minimal 250.000, maka Dadap mendapatkan nilai plus dari Waru yang hanya menyetor sesuai dengan aturan. Inilah kesempatan yang sama bagi semua peserta ujian praktik.

Kewajiban menyetorkan nilai dari bahan praktik adalah metode yang disediakan oleh panitia supaya kita tetap sadar bahwa kita ini masih dalam masa ujian praktik. Dan metode menolong peserta ujian supaya mendapatkan nilai dan tidak terlena terhadapnya “harta kekayaan”. Ada cara tersendiri dari panitia ujian jika sesorang itu tidak sadar sedang melakukan ujian praktik, maka panitia akan memudahkan mengambil bahan praktik sebanyak-banyaknya. Hal ini bisa menjadi kesulitan baginya untuk mendapatkan nilai. Jadi hati-hatilah dengan banyaknya bahan praktik, tetaplah sadar bahwa semua ini adalah ujian praktik. Dan bagi kamu yang merasa kekurangan bahan praktik, berfikirlah ulang, bisa jadi itu adalah kemudahan bagimu. Kau berada ditempat yang mudah dan kesempatan besar. Jadi bersyukurlah dengan semua yang ada. Mungkin dengan begitu panitia akan menggodamu dengan memberimu bahan praktik yang sangat banyak. Mungkin, itu mungkin!

Jika masih ada pertanyaan dalam ujian praktik ini, misalkan “mengapa saya terlahir di sini, di keluarga ini, dalam suku ini dan lain sebagainya?”. Satu yang perlu diingat, bahwa bukanlah panitia ujian yang memilihkan jurusan ketika mendaftar sebagai peserta. Memilih jurusan sudah diserahkan kepada peserta ujian sesuai dengan keinginannya. Jika kamu merasa ujianmu sulit, memang apa yang kamu kerjakan ketika sedang menerima materi pelajaran! Jika kamu merasa dijurusan yang salah, memang siapa yang memilihkan jurusan ketika mendaftar? Jika semua itu kamu rasa sulit, bukankah ujian ini sifatnya terbuka? Lalu mengapa kamu tidak mau mencontek saja contoh yang sudah ada? Mengapa kamu begitu sombong dan angkuh dengan menganggap bahwa kamu bisa merangkai alat dan bahan praktik tanpa membaca petunjuk kerjanya? Semua terserah pada kamu, kamu masih tetap saja sombong atau kamu berserah diri dengan mengikuti petunjuk yang ada. Pilihan ada pada kamu, jangan kamu ulangi lagi kesalahan memilih ujian dengan salah juga tidak mau membaca pentunjuk. Selesaikan waktu ujian yang tersisa dengan mengikuti petunjuk kerja “Al Qur’an dan Hadist”.

Ketika waktu ujian sudah habis, ada kemungkinan kamu gagal selamanya sebagai akibat kesombongan dan keangkuhanmu tidak mengakui bahwa semua ini sedang ujian. Dan kamu dinyatakan tidak lulus. Ada kemungkinan kamu sudah mengakui bahwa kamu sedang melaksanakan ujian namun nilaimu tidak mencukupi untuk dinyatakan lulus, maka kamu akan melalui ujian perbaikan selama masa tunggu pengumuman atau ujian perbaikan setelah pengumuman. Keduanya biasanya dikatakan siksa alam kubur dan siksa akhirat. Ada kemungkinan kamu dinyatakan lulus, berarti selamat atas kamu. Tapi jangan pernah menganggap bahwa kamu sudah pasti lulus, atau menilai orang lain ia akan gagal / tidak lulus. Ingat bahwa yang berhak menilai dan mengumumkan penilaian hanya panita saja. Kita sesama peserta ujian hanya bisa menduga seseorang akan lulus atau sesorang akan gagal, tetapi itu tidak ada yang tahu sampai ujian selesai bahkan sampai pengumuman hasil ujian. Bersikap baik dan saling menolonglah diantara peserta ujian, karena semua yang mengikuti ujian memiliki kesempatan yang sama untuk lulus.

Kita saat ini sedang melaksanakan ujian praktik maka :

Bacalah petunjuk kerjanya dan kenalilah alat dan bahan praktiknya jangan memisahkan keduanya.

Membaca petunjuk kerja saja hanya akan membuat kamu hidup dalam hanyalan.

Merangkai alat dan bahan tanpa petunjuk membuat kamu tidak dapat merangkainya dengan baik dan benar.

Terlalu mencintai alat dan bahan akan membuat kamu lupa bahwa saat ini sedang melaksanakan ujian praktik.

Bacalah petunjuk kerjanya dan lihatlah apa yang ada di meja kerjamu saat ini, karena di sana ada contoh-contoh soal dimana kamu pasti akan mengerjakan salah satu yang mirip dengan contoh soal.

Itu semua hanya sekedar saran dari saya, karena jujur saat ini saya juga masih belajar membaca pentunjuknya dan mencocokan dengan alat dan bahan yang menjadi bahan praktikku.

Dengan demikian saya kira cukup apa yang menurut saya tersirat dalam pelaksanaan UNBK. Ini saya tulis untuk menjadikan apa yang tersirat jadi tersurat dan menjadi peringatan bagi saya dan kita semua. Kita sudah sejauh ini menerapkan ayat Allah subahanahu wa ta’ala ketika menganggap apa yang kita lakukan ini hanya untuk urusan dunia saja, tetapi kita justru melaksanakan sesuai dengan ayat Allah subhanahu wa ta’ala. Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala berkuasa atas segala sesuatu.

The Missing Link is Zero : Empty

  This article was written in Indonesian and a little Javanese. I wrote this article using a lot of synonyms, with the intention of describi...